Nama : khairunnisa
Nim. : 19005020
Jurusan pendidikan luar sekolah
Artikel pendidikan keluarga
Pola asuh orang tua yang selalu memberikan Gadget kepada anak
Banyak anak saat ini sudah terbiasa memegang gadget. Bahkan, beberapa anak lebih pandai dari orang tuanya dalam urusan penggunaan gadget. Namun, sebenarnya terlalu dini memiliki ponsel bagi anak dapat berdampak berbahaya. Tak hanya untuk kesehatan fisiknya, tetapi juga bagi kondisi mental anak. Salah satu kondisi fisik ketika anak dibiarkan bermain ponsel adalah kesehatan mata. Dikutip dari Langdom, anak yang sering bermain gawai cenderung rentan mengalami iritasi mata dan kesulitan berfokus dalam jangka waktu tertentu. Saat ini Handphone (HP) menjadi alat komunikasi yang penting dalam kehidupan sehari- hari. Berbagai aktivitas kita takterlepas dari penggunanan Gadget, memberikan kemudahan dan manfaat bagi penggunanya. Misalnya gadget digunakan untuk kegiatan belajar anak, mempermudah komunikasi dan menambah pengetahuan tentang teknologi. Handphone mampu menyajikan dimensi- dimensi gerak, suara, warna, dan lagu sekaligus dalam satu perangkat. Hal ini tentu saja tidak didapatkan anak-anak pada media lain, seperti buku, majalah, dan sebagainya. Selain itu, materi yang disajikan dalam Handphone sangat beragam. Anak dapat mengakses informasi beserta hiburan di dalam Handphone, yang memiliki akses tak terbatas. Sehingga hal tersebut membuat anak-anak menjadi betah berdiam diri di rumah.
Benar adanya melalui kecanggihan Handphone orang tua menjadi lebih efektif dalam memberikan pembelajaran terhadap anak dalam segala aspek kehidupan. Namun disisi lain Gadget juga memberi dampak negative karena ketidakmampuan dalam mengendalikan penggunaan Gadget itu sendiri. Tak jarang kita mendengar berbagai kasus kecanduan Gadget pada anak, terlebih tingkat pemakaian Gadget di masa pandemi ini yang semakin meningkat.
mengenai salah satu kasus kecanduan Gadget pada anak yang bernama Boby. Teriakan histeris ditambah kepala dibenturkan ke tembok atau apapun benda keras terdekat sering dilakukan Boby. Saat diberikan Gadget, tingkahnya langsung berubah. Duduk manis sambil menatap layar Handphone . Sampai usia menginjak hampir 3 tahun, belum ada kata-kata jelas keluar dari mulut Boby, atau biasa disebut speech delay.
Menyadari ada yang kurang pas dalam tumbuh kembang Boby, Mamanya mengajak ke terapi wicara ternyata sejak kecil dia sering sekali bermain Gadget . Mamanya bercerita, ketika boby berusia kurang dari dua tahun sudah akrab dengan Gadget. Saat menangis, diberi Gadget. Tidak mau makan, diberi Gadget. Susah diatur, diberi juga Gadget untuk menenangkannya. Dari sinilah permasalahan Boby dimulai. Awalnya hanya marah saja saat nggak dikasih Gadget, lama-lama jadi sulit terkendali.
Dampak Gadget Terhadap Perilaku Anak
a. Dampak Positif
1) Mempermudah komunikasi
Dalam hal ini gadget dapat mempermudah komunikasi dengan orang lain yang berada jauh dari kita dengan cara sms, telepon, atau dengan semua aplikasi yang dimiliki dalam gadget kita.
2) Menambah Pengetahuan
Dalam hal pengetahuan kita dapat dengan mudah mengakses atau mencari situs tentang pengetahuan dengan menggunakan aplikasi yang berada di dalam gadget.
3)Melatih Kreativitas Anak
Kemajuan teknologi telah menciptakan beragam permainan yang kreatif dan menantang. Banyak anak yang kategori ADHD diuntungkan oleh permainan dengan itu tingkat kreativitas dan tantangan yang tinggi. ADHD adalah Attention Deficit Hyperactivity Disorder yang merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.
b. Dampak Negatif
1) Merusak mata.
2) Mengubah postur tubuh.
3) Kulit wajah kendur.
4) Rawan terhadap tindakan.
Setiap orang pasti ada yang memiliki sifat update dimana saja. Jadi orang ingin berbuat kejahatann dengan mudah mencarinya dari hasil updatenya yang boleh dibilang terlalu sering.
5) Dapat mempengaruhi Perilaku anak.
6) Menganggu pendengaran. Hampir setiap pengguna ponsel atau gadget tampak menggunakan headphone saat mendengarkan musik Namun ini tidak baik jika terus-terusan dilakukan.
7) Mengganggu saat istirahat.
Disinilah orang tua harus pintar-pintar untuk mengawasi anak-anak mereka dalam penggunaan Handphone Dampingi Sang Anak Orang tua harus senantiasa mendampingi anak-anak mereka saat mereka menggunakan Gadget, Membatasi Waktu Bermain Orang tua harus memberikan waktu kapan anak boleh bermain dan kapan anak harus berhenti bermain gadget, Parental Control Dalam hal ini orang tua berusaha membatasi akses sang anak untuk menggunakan gadget tersebut, seperti membatasi situs-situs yang boleh dibuka dll. Aplikasi ini terdapat di internet dan dapat di download secara gratis. Orang tua memiliki peranan penting dalam memajukan dan menjaga generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu orang tua harus lebih aktif dalam mengupayakan pengawasan terhadap sang anak. Oleh karena itu, orang tua seharusnya menjadi teladan bagi anak mereka. Hal ini dimulai dari usia dini, dimana orang tua harus menjauhkan jangkauan anak dari Gadget. Kemudian sampai pada usia yang sewajarnya, orang tua baru dapat memberikan kepercayaan pada mereka untuk menggunakan Gadget dalam keadaan dan waktu tertentu, dengan adanya pengawasan dan bimbingan penuh. Jadilah orang tua yang bijak dalam memanfaatkan kecangihan tekologi, terutama dalam hal pengendalian penggunaan Gagdet untuk anak usia dini.
Referensi :
Widiawati, “Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Daya Kembang Anak”. Jakarta : Universitas Budi Luhur, 2014.
https://www.brainacademy.id/blog/hal-penting-sebelum-memberikan-anak-gadget
Komentar
Posting Komentar