Perkembangan TIK Dalam Bidang Pemberdayaan

 Nama: khairunnisa 

Nim : 19005020

Jurusan : Pendidikan Luar Sekolah



PERKEMBANGAN PENDAYAGUNAAN TIK DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN


 Teknologi informasi dan komunikasi adlaah bidang yang paling mendapat perhatian dan digeluti banyak pihak. Terutama internet , yang pertumbuhannya menjadi  fenomena di hampir semua negara. Bagi pemula, TIK memberikan kesempatan berwiraswasta dan juga kesempatan untuk mendapat perkerjaan , yang biayanya termasuk murah. Internet juga dianggap memberdayakan perempuan , yang merupakan setengah penduduk suatu negara ,bahkan memberikan kemudahan untuk bekerja di tempat sendiri/dirumah . Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami akselerasi yang sangat cepat. Sayangnya, Indonesia dengan wilayah yang sangat luas, saat ini belum merata untuk akses infrastrukturnya. Namun demikian, Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia hadir dengan infrastruktur metropolitan menuju smart city unggulan. Jakarta dengan daya saing ekonomi yang sangat tinggi juga harus siap dalam persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan perkembangan TIK menjadi kebutuhan bagi pemberdayaan masyarakat Jakarta menuju masyarakat mandiri dan maju.  


“Laki-laki ataupun perempuan memiliki kesamaan untuk memperoleh kesempatan dalam menggunakan TIK. Kesempatan bagi keduanya mampu mendorong peran dan partisipasi untuk kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, pertahanan dan keamanan nasional, serta pembangunan. Setiap orang memiliki peluang atau kesempatan sehingga memperoleh manfaat yang sama dari TIK untuk mengambil keputusan terhadap cara penggunaan dan hasil sumber daya tersebut,” ujar Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PP dan PA, Agustina Erni pada acara roadshow “Seputar Perempuan dan Anak Jakarta sebagai ibukota negara dipilih sebagai tempat roadshow atau sosialisasi ketiga setelah Kota Makassar dan Surabaya dengan tema ”Pendayagunaan Potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pemberdayaan Perempuan.” Roadshow Serempak 2016 ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kesenjangan gender di bidang TIK atau wujud kesetaraan gender melalui TIK berbasis masyarakat, yang berfungsi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menuju perubahan yang positif dan arah yang lebih baik.

“Mengingat daya saing di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang begitu tinggi, maka perempuan perlu meningkatkan kapasitas dan daya saingnya. Untuk meningkatkan peran perempuan, maka kebijakan dan program pembangunan yang dikembangkan seharusnya dapat mengintegrasikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pada seluruh kebijakan dan program pembangunan nasional,” tambah Erni.

Saat ini TIK menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Berdasarkan data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) untuk tahun ini, pengguna internet aktif sudah mencapai 88.1 juta orang. Dengan komposisi pengguna internet perempuan dan laki-laki yang hampir sama besar (perempuan 51% dan laki-laki 49%), serta pengguna sosial media terbesar adalah perempuan. Hal ini menunjukkan perempuan Indonesia sudah melek teknologi.

Oleh karena itu, Serempak hadir sebagai website seputar perempuan dan anak yang berupaya meningkatkan akses perempuan di pemerintah, jasa, pendidikan, pengetahuan, dan mengakomodir kebutuhan perempuan. Serempak juga mendorong pemberdayaan perempuan pada semua lini kehidupan. Sasaran website Serempak, yaitu perempuan dengan tujuan mengoptimalkan pemanfaatan internet untuk produktivitas pribadi, pembelajaran, peningkatan ekonomi keluarga, dan meminimalisasi dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap kelompok perempuan. Roadshow website Serempak ini diharapkan dapat menjadi referensi media informasi, edukasi, dan komunikasi perempuan berbasis masyarakat.


Sumber :

https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/1208/press-release-pendayagunaan-tik-dalam-pemberdayaan-perempuan

Anita    Gurumurthy,    BRIDGE,    Development    –Gender, “ Gender and ICTs, overview report “  2004 Chat  Garcia  Ramilo  &  Checkay  Cinco,  Association  for    Progressive    Communications,    APC    Women    Networking     Support     Programme,     “     Gender     Evaluation  Methodology  for  Internet  and  ICTs”  ,  2005. [2].CIDA, “ Gender-Based Analysis: A Guide for Policy-making, Status of Women Canada” , 1996.


Komentar

Posting Komentar